Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Mengapa Kader Partai Demokrat Banyak Korupsi?

OPINI | 11 December 2012 | 15:11 Dibaca: 2372   Komentar: 0   5

Belakangan hari ini, politikus yang menjadi tersangka, ditangkap dan ditahan KPK kebanyakan berasal dari partai Demokrat, itu belum termasuk beberapa nama anggota partai Demokrat yang sering disebut-sebut terlibat dalam suatu tindak pidana korupsi, namun belum di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena suatu alasan.

Mengapa bisa terjadi seperti itu ? Padahal dahulu politikus yang banyak menjadi tersangka, ditangkap dan ditahan berasal dari partai golkar dan PDIP, seperti terlihat dalam kasus korupsi suap travel cek BI untuk memenangkan miranda Gultom sebagai deputi gubernur BI.

Hal tersebut bisa terjadi karena politikus-politikus dari partai Demokrat gagap (gagal adaptasi) ketika tiba-tiba memenangkan pemilu 2009, menguasai mayoritas kursi DPR RI 2009-2014 dan mendapatkan kursi kabinet indonesia Bersatu paling banyak dibanding partai lain.

Politikus partai demokrat rata-rata orang baru di dunia politik, bahkan beberapa diantaranya adalah cabutan dari kalangan artis seperti Adjie Massaid (Alm), Angelina Sondakh, Ruhut Sitompul, Tere, Nurul Komar, dan Inggrid Kansil yang dunia sebelumnya jauh dari dunia politik. Saat mereka duduk di kursi DPR RI, mereka kaget karena mereka ternyata sangat berkuasa, pejabat-pejabat BUMN dan pejabat-pejabat eselon I dan II di departemen sangat hormat dan menurut pada mereka. Untuk yang beruntung duduk di badan anggaran DPR RI, Mereka beruntung mendapat jatah sampai plafon tertentu (miliaran rupiah) untuk mereka perjuangkan anggarannya.

Sebagai orang baru di dunia politik, kekuasan yang begitu besar dan fasilitas yang begitu banyak membuat mereka lupa diri. Mereka harusnya diberikan keteladanan atau kepemimpinan yang baik atau pembinaan yang baik oleh pemimpinnya. Dalam hal partai demokrat, pemimpinnya bukan dewan pimpinan pusat (DPP) tetapi dewan pembina.

Anggota dewan pembina partai demokrat, terdiri dari 31 orang, sebagian besar pendiri partai demokrat, dengan ketua SBY, wakil ketua Marzuki alie, dan sekretaris Andi Malarangeng, dan anggota antara lain : freddy numberi, Syarifuddin Hasan, Darwin Zahedy Saleh, Melani Leimena, subur budhisantoso, Hadi Utomo, ahmad mubarok, irzan Tanjung, TB silalahi, Taufik Effendi, Hayono Isman, Ventje Rumangkang, Mahyudin, Hartati Murdaya, soekarwo, Fauzi Bowo dll.

Teman-teman bisa melihat sendiri, beberapa nama anggota dewan pembina yang seharusnya membina kader partai dan memberi contoh yang baik, malah memberi contoh yang tidak baik dengan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yaitu Hartati murdaya dan ANdi Malarangeng. Beberapa nama sering disebut-sebut terlibat namun belum ditetapkan sebagai tersangka seperti Mahyudin dan Fauzi Bowo, bahkan marzuki alie pernah menjadi tersangka namun sudah di SP3 oleh kejaksaan Agung atas korupsi di semen baturaja sewaktu menjabat sebagai direktur PT Semen Baturaja.

Kembali ke topik tulisan ini, mengapa kader partai Demokrat banyak korupsi telah terjawab, ada beberapa alasan, namun alasan paling utama adalah tidak ada pembinaan yang baik terhadap kader-kader tersebut dari dewan pembinanya, karena ternyata beberapa anggota dewan pembina partai demokrat justru melakukan korupsi dan menjadi tersangka oleh KPK.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: