Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Refleksi Hari HAM

OPINI | 10 December 2012 | 07:52 Dibaca: 208   Komentar: 0   1

Marthin Luther King mempopulerkan kalimat I have Dream dalam suatu pidato yang menentukan sejarah hak-hak sipil, salah satu speech paling dikenang masyarakat Amerika Serikat. Berselang beberapa dekade, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama juga mengucapkan kalimat sederhana penuh arti yang kemudian menjadi inspirasi banyak orang . Yes I Can.

Sejarah manusia selalu tertulis bahwa manusia merupakan spesies yang ambisius, tidak cukup hanya diberi makan-minum, dan ditempatkan pada satu titik lalu menerimanya bulat-bulat . Hasrat manusia selalu ingin lebih. Mereka memiliki rasa ingin bersaing dengan orang lain dan mengembangkan identitas. Sifat yang mereka sebut kegigihan dengan kemampuan untuk tetap fokus pada tugas sampai selesai. Setiap manusia memiliki ambisi. Kecil atau besar. Terselubung atau pun terang benderang.

Ambisi adalah kombinasi paten mimpi dan keterampilan atau paduan klop energi dan tekad. Ambisi adalah dorongan yang mahal, yang membutuhkan investasi besar modal emosional. Merupakan produk evolusi peradaban manusia. Keinginan untuk berada dalam posisi yang tinggi bersifat universal. Tapi sifat yang telah bersama-sama berevolusi dengan keterampilan lain. Keterampilan untuk membuat yang terbaik dari posisi yang mungkin telah bagus sebelumnya. Tidak peduli bagaimana status sosial didefinisikan, ada orang-orang tertentu dalam setiap komunitas yang agresif mengejar dan lain-lain yang tidak begitu agresif menggapainya.

Kita tidak hanya berjuang untuk memahami mengapa beberapa orang tampaknya memiliki ambisi yang lebih daripada yang lain. Mereka tidak duduk diam, bahkan mereka selalu melakukan dua kali lebih usaha dari sebelumnya, ada rasa haus yang perlu mereka jaga. Memang dari sananya ambisi bersifat bebas, menjadi salah satu hal yang paling demokratis di alam. Adalah sebuah pencerahan bagi kita semua bahwa ambisi setiap manusia melekat hak asasi bersamanya. Tidak dapat diganggu gugat dan dicabut siapa pun, termasuk kekuasaan pemerintah negara.

Pada akhirnya rangkaian kalimat di atas, hanya ingin dari mana saya memulai, merefleksi diri dan memahami satu elemen dari sekian banyak hak istimewa yang disandang hakiki oleh manusia. Itulah anugerah dari Tuhan yang selalu kita sebut dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

Selamat Hari HAM sedunia, 10 Desember.

Salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 4 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 6 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 8 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: