Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Pekik Rochman

Seorang opinimaker pemula yang belajar mencurahkan isi hatinya. Semakin kamu banyak menulis, semakin giat kamu membaca selengkapnya

Komisi Pemberantasan Setan Telah Menang

OPINI | 06 December 2012 | 16:03 Dibaca: 5719   Komentar: 1   0

Sumber dari http://pontianak.tribunnews.com

Sumber dari http://pontianak.tribunnews.com

Ada hal yang menarik dan menggelitik ketika saya melihat TV tadi malam, jam delapan di salah satu saluran TV swasta. Ini di luar kebiasaan saya dalam hal menonton acara televisi dan biasanya saya selektif dalam memilih acara-acara di pertelevisian. Pasalnya acara-acara di channel TV Indonesia bagi saya secara mayoritas kurang baik dalam mendidik karakter seseorang terutama pada program acara sinetron. Namun demikian, ada juga beberapa sinetron yang bisa mengangkat pesan moral sebagai tujuan utama sinetron itu dibuat, bukan semata-mata komersil.

Sinetron yang saya lihat tadi malam tidak menarik perhatian saya sedikitpun, langsung saja saya pindahkan ke acara berita atau talkshow, jika tidak menonton film-film barat. Nah, kebiasaan saya bila acara iklan mulai muncul, langsung saya ganti ke acara yang sedang tidak muncul iklannya. Tibalah pada giliran sinetron itu. Ketika pertama saya lihat sinetron tersebut, saya sudah bisa menebak jika para pemainnya masih ABG (anak baru gede) berarti tidak jauh dari percintaan anak-anak muda yang tidak jelas tujuannya atau kalau tidak berbau horor,  bangsa pocong, kuntilanak dan setan-setan sebagainya. Dugaanku benar, sinetron itu berbau percintaan dan horor. Tapi yang membuat saya terkejut, salah satu pemainnya ada yang menyebutkan kata singkatan “KPS”. Ini memang membuat saya agak terkejut lalu tertawa kecil, begitu mengetahui singkatan dari KPS itu adalah Komisi Pembarantasan Setan. Sontak saya langsung ingat KPK, sebab antara singkatan kata KPS dengan KPK hanya berbeda satu huruf  saja, yaitu huruf K dan S.

Akan saya ceritakan jalan ceritanya secara singkat. Begini ceritanya, KPS mulai kewalahan mengahadapi para setan yang makin merajalela dalam menakut-nakuti manusia dan jumlahnya semakin bertambah. Oleh sebab itu KPS mulai merekrut anggota baru, karena kekurangan anggota dalam memberantas para setan. Dari cerita awal ini saya langsung ingat sesuatu, ternyata bukan hanya lembaga sekelas Komisi Pemberantas Setan saja yang kewalahan, hal ini senada dengan yang dihadapi oleh lembaga kita, yaitu Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK). Anggota KPK, menurut berita yang tengah menjadi sorotan yaitu bahwa para penyidiknya mulai berkurang jumlahnya,  sementara para koruptor makin berkuasa, bertambah jumlahnya, dan makin merajalela. Penyidik KPK sekarang ini jumlahnya kurang dari 100 orang. Dengan jumlah anggota penyidik yang sangat minim akan menghambat kinerjanya dalam memberantas para koruptor.

Serupa tapi tak sama atau lebih tepatnya bagai pinang dibelah dua, itulah yang ada dalam benak saya ketika melihat sinetron tersebut. Komisi Pemberantas Korupsi bertugas memberantas para koruptor-koruptor yang bergentayangan di negeri Indonesia, sedangkan Komisi Pemberantasan Setan bertugas memberantas para setan yang bekerja memberi ketakutan pada manusia. Perbedaan antara kedua komisi tersebut tipis sekali.

Mari kita lanjutkan jalan ceritanya!!

sumber dari http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/kpk-harus-matii

sumber dari http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/kpk-harus-matii

Pada kelanjutan ceritanya, diceritakan bahwa kekuatan yang diperoleh para setan ternyata bersumber dari manusianya itu sendiri ketika mereka asyik menonton film-film horor dengan penuh ketakutan. Ini merupakan strategi GENDERUWO Sang Jenderal para setan yang ternyata sengaja membuat strategi liciknya untuk menebar rasa ketakutan. Ini terus dilancarkan oleh Sang Jenderal Setan dengan terus  memproduksi banyak film-film di dunia perfileman Indonesia yang penuh dengan mistis dan horor setan. Akhirnya KPS dibuat kewalahan mengahadapi para setan. Nah, lagi-lagi saya langsung teringat dengan nasib lembaga Komisi Pembarantasan Korupsi kita, menurut beberapa berita yang saya ketahui, para koruptor Indonesia makin senang, gembira-riang setelah berbagai macam polemik yang terjadi yang berpeluang melemahkan The Power of KPK. Berikut di bawah ini saya tuliskan peristiwa demi persitiwa yang menimpa KPK:

  • Seleksi pimpinan KPK ~ Muncul gagasan pembubaran KPK dari DPR jika tidak ada orang yang layak menjadi pimpinan KPK (2011).
  • Penolakan pembangunan gedung baru KPK oleh DPR ~ Mempengaruhi efektifitas dan produktifitas kerja KPK.
  • Hambatan saat penyidikan ~ Langkah KPK menggeledah gedung Korlantas Polri Jakarta sempat terhenti dan barang bukti sempat “disandera” (2012).
  • Penarikan 27 penyidik oleh Polri ~ Bisa mengancam pengungkapan kasus korupsi. Penyidik KPK Indonesia berjumalh kurang dari 100. Bandingkan dengan KPK di Hongkong yang memiliki penyidik sampai 3000 orang
  • Penundaan tanda tangan revisi PP No 63/2005 tentang Sumber Daya Manusia di KPK ~ KPK terancam kehilangan 41 pegawainya jika revisi masa tugas 8 tahun menjadi 12 tahun tidak segera disetujui Presiden

Sumber informasi peristiwa di atas berasal dari Litbang “Kompas”/BIP.

Sungguh sangat memprihatinkan :( :( :(

Dalam akhir ceritanya, KPS (Komisi Pemberantasan Setan) dengan sekuat tenaga memberantas setan dengan cara mencari setan-setan serta berusaha meringkus Sang Jenderal Setan Genderuwo. Dengan kekuatan bantuan anggota yang direkrutnya, akhirnya mereka mampu menangkap Si Genderuwo. Dia tidak dimusnahkan karena akan diinvestigasi lebih lanjut agar bisa mengorek kelemahan setan dan memberi informasi dengan detil tentang keberadaan setan-setan yang bertebaran dimana-mana. Di akhir cerita sinetron itu pula sehingga membuat saya sampai berandai-andai, kalau saja KPK ini memiliki anggota dan penyidik lebih banyak yang benar-benar bersih, memliki kredibelitas yang tinggi, berjiwa besar, semangat perjuangan dalam memberantas korupsi yang tak pernah padam, dan kerjasama antar lembaga yang solid, oh….alangkah indahnya dunia rasanya mendengar para koruptor dari tingkat bawah sampai tingkat tinggi dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnyanya setiap saat, sampai lingkaran setan itu putus, rusak dan menjadi lingkaran kecil bahkan menghilang dari peredaran bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai ini.

Ayo kawan, mari kita sama-sam bahu membahu membantu dan senantiasa mendukung kinerja KPK!

Sumber dari http://www.bisnis-kti.com

Sumber dari http://www.bisnis-kti.com

Save KPK!
Punish All Coruptor! tanpa pandang bulu, tanpa mengenal kata ampun

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: