Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Gordi Afri

Alumnus STF Driyarkara, Jakarta, 2012. Sekarang tinggal di Yogyakarta. Simak pengalamannya di http://gordyafri.blogspot.com dan http://gordyafri2011.blogspot.com selengkapnya

Hukum di Indonesia

REP | 04 December 2012 | 22:11 Dibaca: 463   Komentar: 0   1

“Hukum di Indonesia bisa dibeli”

Demikian komentar lepas seorang teman dalam sebuah obrolan. Apa benar demikian?

Jika demikain berapa kira-kira harganya? Lebih mahal dari harga sebuah sandal jepit tentunya. Hukum kok dibandingkan dengan sandal jepit. Yah….sandal jepit itu murah. Karena murah, rakyat kecil membelinya.

Kalau hukum? Hukum amat mahal. Terlalu mahal untuk rakyat kecil. Makanya, rakyat tidak bisa membeli hukum. Orang yang berrduit bisa membelinya.

Di Indonesia ini hukum bisa dibeli. Jangan heran jika hukum kadang-kadang ‘bergigi’ untuk orang tak berduit. Yang berduit malah tampak ‘kebal’ hukum. Memang mereka tampak kebal hukum karena hukum bisa dibeli. Merekalah pelanggannya.

Kalau hukum diperjualbelikan maka keberadaaan hukum bisa relatif. Hukum menjadi tidak pasti. Padahal hukum mestinya pasti. Sebab, hukum mengatur kehidupan orang banyak. Mengatur dengan peraturan yang pasti. Bukan peraturan yang bisa diubah-ubah sesuai besarnya uang.

Yahh Indonesia masih jauh. Kapankah hukum bisa berfungsi dengan baik? Ketika hukum itu berlaku untuk semua orang, kaya dan miskin, tanpa embel-embel uang.

PA, 4/12/12

GA

Tags: miskin kaya hukum

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 3 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 4 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 5 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 10 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Harga BBM Emang Harus (Terus) Naik Bos! …

Thomas Hanzee | 7 jam lalu

Nasi Bungkus dan Pasukan Nasi Bungkus …

Mas Ukik | 7 jam lalu

Hanya 10 Menit Daftar BPJS Online …

Deassy M Destiani | 8 jam lalu

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | 8 jam lalu

Surat Guru untuk Sang Menteri …

Johan Wahyudi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: