Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Manly Villa

Laki laki sejati anak nagari ,di Sumatera Barat (Padang ) Aia Bangih Nama Nagari nya

Aparat Hukum ,Melanggar Hukum

REP | 10 November 2012 | 05:20 Dibaca: 343   Komentar: 0   0

05.dari tulisan

Berbagai cara bisa dan dapat dilakukan untuk memperkaya diri sendiri walaupun itu salah jalan,yang penting punya uang banyak dan harta melimpah,tidak peduli apakah itu menyalahi aturan atau tidak.Inilah yang sudah dilakukan oleh Pemasok data yang di gunakan untuk memeras sebuah perusahaan yang tengah mengerjakan proyek pelabuhan di Kalimantan Timur.

Tidak sebatas memakan atau menyelewengkan uang Negara saja yang dilakukan oleh para penikmat harta dan uang melimpah,tapi uang dari pihak swasta juga di embat.contoh diatas bagaimana peran dari  aktivis LSM bernisial AS.

Peran AS dalam kasus ini  tak hanya sebatas menyediakan data tapi juga menganjurkan agar korbannya diperas. Akhirnya dilaksanakan sama jaksa-jaksa dan pegawai tata usaha itu,jelas perbuatan yang berjemaah ini sudah direncanakan dan dirancang dengan baik.

Oknum jaksa dan pegawai tata usaha tergiur dengan iming iming harta dan uang lupa akan tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan Negara kepada nya.Silau akan kenikmatan memiliki banyak harta dan status social di tengah masyarakat,memaksa mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Sekarang nikmati sajalah suasana tahanan di di Rutan Salemba cabang Kejagung,sambil menunggu di periksa dan di sidangkan sekali gus vonis yang akan di terima.Sebenarnya kasus ini bermula dari AS terdorong memeras PT BIMM karena sakit hati setelah dipecat dari perusahaan tersebut. “Informasinya seperti itu, tapi harus dikuatkan alat buktinya.

Kasus jaksa pemeras mencuat setelah bagian pengawasan Kejagung menangkap jaksa gadungan bernama Dedi Prihartono. Pria pengangguran tersebut ditangkap di pelataran parkir Cilandak Town Square pada Senin

Jaksa yang seharusnya berada di garda terdepan untuk menegakan hokum di Negara Indonesia juga melakukan perbuatan melanggar hukum.Akan jadi apa Negara Indonesia ini nantinya kalau aparat penegak hukum sudah melakukan pelanggaran Hukum.

Hukuman yang seberat berat nya pantas di berikan kepada Manusia seperti ini,sehurus di gaji untuk menegakan Hukum,malah menjadikan hukum itu alat untuk memeperkaya diri sendiri..

Jangan lupa Koin Untuk Timnas ,berlomba lomba untuk ber amal, dari anak Bangsa untuk Bangas.ikhlas dan tidak RIA

Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Rekening

Satu Untuk Timnas . Norek   4187-01-0051-49-53-6

Manly

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dari Kompasianival: Strategi Ahok, Emil, dan …

Ninoy N Karundeng | | 23 November 2014 | 08:22

Urusan Utang dan Negara: Masih Gus Dur yang …

Abdul Muis Syam | | 23 November 2014 | 05:39

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 4 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: