Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Manly Villa

Laki laki sejati anak nagari ,di Sumatera Barat (Padang ) Aia Bangih Nama Nagari nya

Aparat Hukum ,Melanggar Hukum

REP | 10 November 2012 | 05:20 Dibaca: 335   Komentar: 0   0

05.dari tulisan

Berbagai cara bisa dan dapat dilakukan untuk memperkaya diri sendiri walaupun itu salah jalan,yang penting punya uang banyak dan harta melimpah,tidak peduli apakah itu menyalahi aturan atau tidak.Inilah yang sudah dilakukan oleh Pemasok data yang di gunakan untuk memeras sebuah perusahaan yang tengah mengerjakan proyek pelabuhan di Kalimantan Timur.

Tidak sebatas memakan atau menyelewengkan uang Negara saja yang dilakukan oleh para penikmat harta dan uang melimpah,tapi uang dari pihak swasta juga di embat.contoh diatas bagaimana peran dari  aktivis LSM bernisial AS.

Peran AS dalam kasus ini  tak hanya sebatas menyediakan data tapi juga menganjurkan agar korbannya diperas. Akhirnya dilaksanakan sama jaksa-jaksa dan pegawai tata usaha itu,jelas perbuatan yang berjemaah ini sudah direncanakan dan dirancang dengan baik.

Oknum jaksa dan pegawai tata usaha tergiur dengan iming iming harta dan uang lupa akan tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan Negara kepada nya.Silau akan kenikmatan memiliki banyak harta dan status social di tengah masyarakat,memaksa mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Sekarang nikmati sajalah suasana tahanan di di Rutan Salemba cabang Kejagung,sambil menunggu di periksa dan di sidangkan sekali gus vonis yang akan di terima.Sebenarnya kasus ini bermula dari AS terdorong memeras PT BIMM karena sakit hati setelah dipecat dari perusahaan tersebut. “Informasinya seperti itu, tapi harus dikuatkan alat buktinya.

Kasus jaksa pemeras mencuat setelah bagian pengawasan Kejagung menangkap jaksa gadungan bernama Dedi Prihartono. Pria pengangguran tersebut ditangkap di pelataran parkir Cilandak Town Square pada Senin

Jaksa yang seharusnya berada di garda terdepan untuk menegakan hokum di Negara Indonesia juga melakukan perbuatan melanggar hukum.Akan jadi apa Negara Indonesia ini nantinya kalau aparat penegak hukum sudah melakukan pelanggaran Hukum.

Hukuman yang seberat berat nya pantas di berikan kepada Manusia seperti ini,sehurus di gaji untuk menegakan Hukum,malah menjadikan hukum itu alat untuk memeperkaya diri sendiri..

Jangan lupa Koin Untuk Timnas ,berlomba lomba untuk ber amal, dari anak Bangsa untuk Bangas.ikhlas dan tidak RIA

Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) Rekening

Satu Untuk Timnas . Norek   4187-01-0051-49-53-6

Manly

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 7 jam lalu

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | 8 jam lalu

Janji Demokrasi Kita …

Ahmad Fauzi | 8 jam lalu

Kacau Sistem, Warga Ilegal …

Imas Siti Liawati | 8 jam lalu

Perekayasaan Sosial: Bensin Premium Perlu …

Destin Dhito | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: