Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Sutomo Paguci

Pewarta warga mukim di Padang | Advokat | Nonpartisan | Menulis sebagai rekreasi

Todung, Sudah Dipecat Masih Praktik Advokat

OPINI | 06 October 2012 | 13:39 Dibaca: 3888   Komentar: 105   17

13494868801000497588

Todung Mulya Lubis (sumber: Antara)

Beberapa pihak menyoroti secara negatif tindakan Todung Mulya Lubis selaku kuasa hukum PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menemui Jaksa Agung Basrief Arief di Kejaksaan Agung (Kejagung), terkait upaya penangguhan penahanan tersangka kasus dugaan korupsi bioremediasi, Senin (1/10/2012).

Tindakan Todung memang membuka peluang berbagai praduga macam-macam. Sekalipun secara aturan tidak salah menemui Jaksa Agung untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan oleh karena yang menahan memang pihak Kejaksaan Agung (Kejagung). Karena yang menahan adalah Kejagung maka tentu permohonan ditujukan ke Kejagung, baik langsung maupun via kiriman surat.

Namun, yang paling menghentak di sini sebenarnya bukan soal itu. Yang “panas” adalah tindakan Todung yang tetap berpraktik sebagai advokat sementara ia sendiri telah dipecat secara tetap/permanen sebagai advokat oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) empat tahun lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 16 Mei 2008.

Pemecatan ini melalui keputusan Majelis Kehormatan Daerah Peradi DKI Jakarta. Alasannya, Todung dinilai telah melakukan pelanggaran berat Kode Etik Advokat Indonesia Pasal 4 huruf j dan Pasal 3 huruf b.

Majelis Dewan Kehormatan Peradi dalam pokok perkaranya mengatakan pada tahun 2002, Todung merupakan kuasa hukum pemerintah dalam hal ini BPPN untuk melakukan audit terhadap keluarga Salim di antaranya perusahaan Sugar Group Company. Namun pada tahun 2006, ketika pemilik Sugar Group Company berperkara melawan keluarga Salim dan pemerintah, Todung justru menjadi kuasa hukum keluarga Salim. Disinilah konflik kepentingan terjadi.

Sebagaimana diketahui, Peradi merupakan organisasi tunggal advokat di Indonesia yang berwenang, melalui Majelis Kehormatan, untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran kode etik advokat.

Karena telah dipecat permanen sebagai advokat oleh Peradi, harusnya Todung tidak boleh lagi berpraktik advokat.[]

Referensi:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: