Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Hsu

Somewhere Only We Know; Hsu = Hatiku Satu Untukmu

Sedikit Tentang Remisi

HL | 18 August 2012 | 22:55 Dibaca: 797   Komentar: 8   3

1345321009980431365

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Remisi dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu remisi umum, remisi khusus (hari raya besar Agama) dan Remisi Tambahan.

Remisi diberikan kepada narapidana yang sudah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan bukan kepada tahanan (termasuk bukan kepada terpidana mati dan seumur hidup). Berkekuatan hukum tetap bagi narapidana berarti sudah memiliki kelengkapan dokumen berupa Putusan Pengadilan, Berita Acara Putusan Pengadilan, Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dan Surat Penahanan dari penyidik. Selain itu juga dengan memperhatikan kelakuan baik si narapidana selama menjalani masa pidana sampai batas waktu pengajuan remisi, jika tidak ada pelanggaran tata tertib (register F) maka narapidana bersangkutan akan diajukan usulan remisi yang merupakan hak narapidana tersebut.

Terpidana mati dan terpidana seumur hidup dalam opini saya adalah belum termasuk narapidana, dan saya pribadi masih menyebutnya tahanan, mengapa? karena seorang terpidana mati belum memiliki Surat Perintah Pelaksanan Putusan Pengadilan dan hanya baru memiliki Putusan Pengadilan saja. Maka saya menyebut terpidana mati dan terpidana seumur hidup masih sebagai tahanan.

Remisi Umum dibagi menjadi dua bagian yaitu Remisi Umum I (RU I) dan Remisi Umum II (RU II). Besaran remisi umum berkisar antara 1-6 bulan dan maksimal 6 bulan.

RU I adalah jenis remisi umum dalam artian mendapatkan remisi umum sesuai besaran nya (peningkatan besaran remisi dari tahun ke tahun akan terjadi sampai mencapai maksimal angka 6 bulan dan narapidana yang potongan remisinya bisa mencapai 6 bulan berarti adalah seorang narapidana yang hukumannya melebihi dari 5 tahun) namun narapidana ini belum mendapatkan kebebasan langsung saat SK remisi turun dari Kemenkumham melalui Kanwil dan Ditjenpas.

Sedangkan RU II adalah jenis remisi umum yang begitu SK diturunkan pada tanggal 17 Agustus, besaran remisi yang diperoleh narapidana menghabiskan masa pidananya. Contoh Napi A sisa masa pidananya tertanggal sampai 16 september, kemudian mendapatkan remisi umum sebesar 2 bulan, maka jika dipotong dua bulan maka akan didapat tanggal sekitar 18 juli.

Nah karena SK Remisi Umum baru turun tanggal 17 Agustus, maka jika mengikuti tanggal potongan yang 18 juli tentunya sudah lewat ini (napi sudah melewati tanggal 18 Juli dan pemotongan masa pidana akibat dari turunnya remisi adalah baru pada tanggal 17 Agustus), maka dibebaskan lah napi tersebut pada tanggal 17 Agustus mengikuti tanggal SK, kondisi ini yang sering disebut sebagai Remisi Bebas Langsung yang sebenarnya adalah Remisi Umum II (RU II).

Demikian halnya dengan Remisi Khusus Hari Raya berlaku hal yang sama hanya berbeda pada besaran remisinya yang berkisar antara 15 hari sampai maksimal 2 bulan.

Remisi Tambahan diberikan kepada narapidana yang layak dan mempunyai jasa terhadap negara dan dalam membantu kegiatan di Lapas atau Rutan. Dan terdapat SK Khusus untuk mendapatkan remisi tambahan ini contoh sebagai pemuka narapidana yang memiliki SK Kanwil Kemenkumham akan mendapatkan Remisi Tambahan berupa Remisi Pemuka yang besarannya adalah 1/3 dari jumlah besaran remisi umum yang diperoleh setiap tahunnya. Contoh jika seorang pemuka narapidana mendapatkan besaran remisi umum sebesar 3 bulan, maka remisi tambahannya adalah 3 bulan dikali 1/3 yaitu sebesar 1 bulan (remisi tambahan untuk seorang Pemuka Narapidana sebesar 1 bulan/sepertiga dari remisi umum 3 bulan).

Untuk Narapidana Pidana Khusus terkait dengan PP 28 tahun 2006 seperti Korupsi, terorisme, money laundry, illegal logging, human traficking, genocide, narkotika dan psikotropika, dan kejahatan transnasional lainnya harus terlebih dahulu menjalankan 1/3 masa pidana baru dapat diajukan remisi umum dan khususnya. contoh napi narkotika yang hukumannya 6 tahun maka harus terlebih dahulu menjalankan dua tahun pertama tanpa remisi baru kemudian di tahun ke-3 dapat diajukan remisi umum dan remisi khususnya.

Usulan Remisi untuk pidana umum di ajukan oleh Lapas/Rutan ke Kanwil Kemenkumham. Sedangkan untuk Usulan Remisi Pidana Khusus terkait PP 28 2006 diajukan ke Ditjenpas melalui Kanwil Kemenkumham. Jadi pada saat SK Remisi turun maka akan ada 2 SK Remisi, Yaitu SK Remisi untuk Pidana Umum dari Kanwil Kemenkumham dan SK Remisi untuk Pidana Khusus dari Ditjenpas Kemenkumham.

Besok adalah Hari Raya Idul Fitri dan bagi Narapidana yang memenuhi syarat dan terutama bagi narapidana yang beragama Islam, akan memperoleh remisi khusus hari raya Idul Fitri yang besarannya seperti telah disebutkan di atas yaitu antara 15 hari - 2 bulan. Dan jika kondisi potongan setelah remisi menunjukkan tanggal di bawah tanggal 19 Agustus maka narapidana tersebut akan mendapatkan RK II Idul Fitri dalam arti mendapatkan kebebasan pada hari raya Idul Fitri.

Tak lupa Su He mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Demikian sedikit tentang remisi. Jika ada salah kata dan kebodohan serta ketololan Su He, dengan segala kerendahan hati, Su He memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat.

Disajikan oleh “orang bodoh dan tolol” Su He

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Irero 29 | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 9 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 12 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 12 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

1 Medali Emas Malaysia Jadi Milik Indonesia …

Djarwopapua | 7 jam lalu

PDIP, PKB, Nasdem Berjuang Demi Rakyat …

Slamet Dunia Akhira... | 7 jam lalu

Pembangunan Sheet Pile Cideng – Thamrin …

Charles Erbianco | 7 jam lalu

Raja, Panglima Kuda Dan Pasukan Banteng …

Herwin Halman | 8 jam lalu

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: