Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Lismanto

Jurnalis kampus

Hukum Acara Perdata Resume 1

REP | 12 July 2012 | 06:47 Dibaca: 6637   Komentar: 0   0

1. Hukum acara perdata adalah hukum yang mengatur bagaimana cara mengajukan gugatan, memeriksa, mengadili dan memutus, melakukan eksekusi melalui hakim dalam lingkungan peradilan perdata. = hukum formil

2. Asas/ Dasar/ Prinsip

a. Hakim bersifat pasif, yang meliputi ruang lingkup dan cakupan perkara

b. Hakim bersifat menunggu. = inisiatif perkara

c. Setiap putusan ada alasan atau dasar hukum

3. UU No 4/ 2004; 14/1970; 35/1999 = hakim tidak berwenang untuk menuntut

4. Dalam proses pemeriksaan perkara, maka hakim harus bersifat aktif dalam hal memberikan porsi yang sama (keadilan) kepada kedua belah pihak, yaitu equality before law.

5. Proses peradilan: gugatan, jawaban, replik, duplik, pembuktian, kesimpulan, putusan.

6. UU PA, wakaf, yayasan, perceraian, hibah, waris, sodaqoh dan ekonomi syariah/ perbankan syariah = yang perlu dipelajari di HAP

7. UU yang mengatur PA = UU No 7/1989 dan No 3/2006 dan MK adalah No 24/2004

8. Sumber Hukum Acara Perdata

a. HIR (Jawa dan Madura)

b. Rbg (Luar Jawa dan Madura)

9. Tuntutan Hak (Tigen rechting) = jangan sampai main hakim sendiri = permohonan (pemohon dan termohon) & gugatan (penggugat & tergugat)

10. Perbedaan ciri2 gugatan dan permohonan

Gugatan = ada sengketa, permohonan tidak, contoh: permohonan poligami, dispensasi nikah, istat nikah

11. Inisiatif yang mengajukan hukum = penggugat / pemohon

12. UU No. 18/2003 = tentang advikat

13. Pencabutan dan perubahan gugatan diajukan oleh penggugat

a. Mediator = hakim dan mediator (tidak perlu pembuktian)

b. Pencabutan dan perubahan gugatan

c. Pembacaan – hasil mediasi

d. Jawaban

- Eksepsi (pihak, relative, absolute, nebis in idem, daluarsa, premature)

- Pokok perkara

- Gugatan rekopensi (mempermudah proses beracara: cepat, Sederhana, gratis)

14. Urutan beracara

a. Gugatan

b. Mediasi

c. Jawaban (eksepsi, pokok perkara, rekopensi)

d. Replik (penggugat, lugas)

e. Duplik (tergugat, penggugat rekopensi)

f. Pembuktian (pembuktian oleh masing-masing pihak apakah benar/ tidak statemen masing2)

g. Kesimpulan

h. Putusan

15. Pembuktian adalah mengungkap kebenaran peristiwa masa lalu (historis)

Menurut Pitlo :

- Mendahulukan adanya hak (penggugat)

- Menyangkal adanya hak (tergugat)

- Meneguhkan terjadinya peristiwa (P/T)

Dengan demikian, beban pembuktian ada 2: yaitu penggugat dan tergugat, bukan pada hakim

16. Alat pembuktian

a. Surat

- Akta (otentik = sempurna, bawah tangan = sempurna apabila tidak ada sanggahan)

- Lain atau notulen

b. Saksi (saksi: mengikat, saksi ahli: memberi keterangan)

- Dewasa

- Tidak sedang di bawah pengampuan

- Bukan suami/ istri atau mantan

- Tidak ada keterkaitan jabatan

- Tidak ada hubungan saudara

c. Pengakuan

- Sebagian

- Keseluruhan

d. Pengakuan (jarang dipakai)

e. Sumpah

- Suplatoir (tambahan) = majelis hakim

- Decisair (sumpah pemutus) = bisa dari penggugat/ tergugat

17. Pasal 108 KHI : “hak hadlanah ada pada ibu karena ibu tidak terbukti mempunyai sifat buruk dan mendidik.”

18. Pasal 19 huruf a-f UU no 1 / 1974 = tidak memberi nafkah, dll

19. Banding, karena hakim menolak gugatan secara tidak jelas dan tanpa landasan hukum.

20. PP No 10 / 1983 = 1/3 gaji PNS untuk istri apabila cerai, anak juga 1/3

21. Pasal 189 ayat 2 Rbg = semua putusan hakim harus total/ keseluruhan

22. Hakim

a. Putusan dijatuhkan dalam siding terbuka dan jelas

b. Tidak boleh menolak gugatan secara tidak jelas dan disertai alasan yang cukup

c. Tidak boleh mengabulkan melebihi posita

- Sehingga tidak terjadi ultra petitum

- Apabila hakim mengabulkan melebihi petitum maka dianggap melanggar rule of law

23. Pasal 18 UU No 14/ 1970 à No 39/1999 à Pasal 20 No 4/2004

= semua putusan pengadilan sah dan memiliki kekuatan hukum apabila dibuka dalam persidangan terbuka untuk umum. Apabila tidak terbuka, maka tidak sah.

24. Sifat Putusan

- Condem la toir : bersifat menghukum, putusan interlokotoir: putusan yang diputus di sidang setempat

- ……

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 10 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 11 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 8 jam lalu

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: