Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Shamier Parez

Saya ingin meluangkan karya-karya di kompasiana, semoga bisa bermanfaat walaupun tulisan tidak terlalu bagus. Tapi selengkapnya

Batman Mengamuk, 7 Penumpang KM Madani Nusantara Luka

REP | 06 July 2012 | 20:26 Dibaca: 949   Komentar: 1   1

•    7 Penumpang Terluka Akibat Kena Terbasan Kapak

1341562930907471170

Batman pelaku pembacokan tujuh penumpang kapal KM Madani Nusantara sedang diikat (foto.Shamier)

PAREPARE, SULSEL  – Batman (50) warga Samarinda mengamuk dengan cara membabi buta di KM Madani Nusantara, sekitrar pukul, 16.00 wita, Selasa, sore di perairan Polmas, dengan melukai tujuh penumpang lainnya .
Menurut  saksi  mata, sebelum kejadian pelaku sempat bertariak-teriak dengan ucapan ‘kembalikan kapal’ dengan secara berulang-ulang. Entah apa sebabnya sehingga tersangka kalang kabut dengan melakukan secara membabi buta menyerang  siapa saja penumpang yang  berada di dekat, sehingga para penumpang melihat aksi tersangka dengan memegang kapak sehingga semua panik.

Tujuh korban dilukai di TKP (tempat kejadian peristiwa) membuat pihak sekuriti turung langsung untuk mengamankan tersangka dibantu oleh para penumpang lainnya. Sehingga akhirnya tersangka dilumpuhkan seketika dan diikat badan dan tanganya tali.

Ketika kapal sandar di pelabuhan nusantara Parepare, tersangka lalu di bawah kantor Polsek Pelabuhan Nusantara dengan luka dibagian kepalanya akibat pukulan dari penumpang.

Menurut, Kapolsek Pelabuhan Nusantara, AKP H Sudarno SH mengatakan, tersangka telah melukai tujuh penumpang dan korbannya langsung dilarikan di rumah sakit Fatimah. Mereka yang jadi korban luka serius  Indo Galong(39) warga sengkang,  Daeng manompo(31 thn) warga Sengkang, Igema(64thn) warga Barru, dan Dullah(45thn) warga kajuara Bone.

Sementara Muh. Said hakim ( 4 thn) warga Enrekang  langsung di larikan ke RSU Andi Makkasau, sedangkan  2 korban lainnya hanya luka ringan langsung pulang kerumahnya karena hanya luka goresan.
Lanjut, Sudarno menuturkan, tersangka Batman seorang tukang kayu, membawah peralatan  berupa alat-alat pertukangan seperti gergaji dan semacamnya termasuk kapak yang dipakai tersangka untuk membacok para korban. Barang bukti ini sudah diamankan kepolisian termasuk KTP pelaku.

Pelaku sendiri yang juga  mengalami  luka dibagian kepalanya langsung dilarikanbi RSU Andi Maklkasau dengan dikawal aparat kemanan.

Pantauan penulis  di RSU Andi Makkasau Parepare, tampak, tersangka dijaga ketat dua aparat kepolisian di kamar Nusa Indah, tersangka terbaring di ruang kelas I Nusa Indah dengan tangan dan kaki terikat dengan tali.
Menurut, Andi Rosmia , salah satu staf perawat diruang Nusa Indah mengatakan, bahwa sesuai  diagnboia  analisa dokter bahwa pelaku mengalami  trauama chapitys ringan, yaitu semacam trauma dikepala. “Sementara hasil pemeriksaan dokter bahwa pelaku mengalami trauma ringan, bagian kepala mengalami luka robek dan benjol serta dahi akibat pendarahan yang tidak aktif,”katanya.

Terpisah, di ruang operasi, korban bernama Muh. Said,  seorang balita yang terluka lengan sebelah kanan berhasil dioperasi oleh dokter.

Mengenai biaya perawatan korban, menurut orangtua, Said, Hadra, mengatakan, biaya ditanggung oleh pihak manajemen PT Prima Vista yang membawahi KM Madani Nusantara .”Semua biaya ditanggung oleh pihak menajemen perusahan pelayaran,”kata Hadra didampingi suaminya, Hakim diruang tunggu kamar operasi.

Sementara, pimpinan PT Prima Vista, Herman, saat ditemui di RSU Andi Makkasau, mengatakan, peristiwa yang terjadi di KM Madani Nusantara yang menimbulkan tujuh penumpang terluka baik ringan maupun berat ditanggung oleh pihak perusahan,”jadi baik korban maupun pelaku kami tanggung biaya rawat sepenuhnya di rumah sakit,”katanya.

Persoalan apa motiv pelaku, kata, Herman, ia belum bisa mengomentari terlalui jauh ke rana hukumnya, semua masalah kasus pidana terjadi di KM Madani Nusantara diserahkan sepenuhnya ditangani pihak kepolisian Parepare sesuai hokum berlaku. (shamier)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 11 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 18 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Janji di Atas Pasir …

Pena Biruku | 8 jam lalu

Green In Peace ~ Indonesia Adalah Pertiwi …

Benyamin Siburian | 9 jam lalu

Meningkatkan Kinerja PLN untuk Masyarakat …

Sulhan Qumarudin | 9 jam lalu

Senandung Pahit Lili …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Wakil Rakyat: Dimiliki Rakyat atau Memiliki …

Josua Kristofer | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: