Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

“Anehnya Hukum” di Negara Ini

OPINI | 26 June 2012 | 21:51 Dibaca: 265   Komentar: 20   4

foto; Detik.com

foto; Detik.com

Dzalim sekali Pemerintah sekarang ini, Nenek Loeana (77) dalam keadaan sakit tetap diajukan kehadapan sidang di Denpasar, Bali, dengan tetap diatas tempat tidur nenek Loeana pun dihadapkan kepada para penegak keadilan. Perlakuan ini tentunya sangat berbeda dengan yang diterapkan terhadap terdakwa koruptor, cukup dengan alasan sakit maka sidang pun ditunda, dan bahkan sakit bisa digunakan untuk menunda persidangan.

Apa yang membuat perlakuan hukum menjadi tidak sama, sebagai orang yang awam terhadap hukum, perbedaan perlakuan seperti itu menurut saya sangatlah tidak patut, dan sangat mengusik hati nurani para penuntut keadilan. Dimana adilnya penerapan hukum dinegara ini, atau hukum memang hanya tajam kebawah dan tumpul keatas.

Kita pernah melihat dengan jelas bagaimana hukum memperlakukan Nunun Nurbaeti, berkali-kali menggunakan alasan sakit untuk menunda persidangan. Dalam proses penundaan itu pulalah semua skenario hukum pun berubah. Padahal apa bedanya Nunun dan Nenek Loeana, Nunun juga bukan siapa-siapa, yang dilindungi sebetulnya bukanlah Nununnya, tapi orang yang dilindungi Nunun.

Nah orang tersebutlah yang luar biasa, dan kasusnya pun bukan kasus biasa. Berbeda dengan nenak Loeana yang memang bukan siapa-siapa dan tidak ada kepentingan hukum untuk melindunginya, Hukum justeru malah berpihak pada lawan nenek Loeana, yang pengusaha Kaya dan orang terkenal di Bali. Kalau hukum melihat kebenaran dari kaya dan miskinnya seseorang, maka hukum diterapkan memang hanya untuk orang yang lemah, dan Hukum tidak berlaku pada orang yang mampu membeli hukum dan aparat hukum.

Inilah fakta dan realitas penegakan hukum dinegara ini. Siapa yang mampu membeli hukum dan aparatnya, maka dia akan menjadi dewa dinegara ini. Moralitas aparat hukum sangat jauh dari semangat penegakan hukum, ditambah lagi para pemimpin dan penguasa dinegara ini tidak mampu menyelenggarkan negara ini dalam berkeadilan dan kesejahteraan. Makanya jauh dari keberkahan, karena sudah menghianati amanat Undang-undang Dasar Negara yang sudah disepakati.

Untuk melihat lebih jauh tentang kasus Nenek Loeana, anda bisa lihat DISINI. Karena saya melihat kasus ini dari sisi penerapan hukumnya, dan tidak mengulas detail dari kasus tersebut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: