Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Joko Wenampati

Gak penting banget

Batal Demi Hukum Yang Tak Mengubah Putusan?

OPINI | 13 June 2012 | 06:42 Dibaca: 384   Komentar: 10   4

Hari ini adalah sebuah hari yang sangat istimewa bagi kompasiana dan komunitasnya. Bagaimana tidak, seorang Guru Besar Hukum Tata Negara , Prof. Yusril Ihza Mahendra turut serta berkontribusi menuangkan pikiran-pikiran di kompasiana ini. Tulisan perdana beliau menjawab  kritikan seorang warna komunitas kompasiana. Pasti sdr Sutomo Paguci sangat senang mendapat kehormatan setelah tulisannya mendapat tanggapan dari tokoh yang sangat terkenal di akhir era orde baru dan reformasi.

Pada tulisan beliau di sini, kasus kasasi yang dibahas menarik. Biasanya, putusan hakim memvonis hukuman bersalah di ajukan kasasi ke MA. JIka itu kasusnya dan jika kasasi di kabulkan oleh MA, maka keputusan hakim batal. Status terdakwapun kembali kepada default yaitu tak bersalah. Menariknya kasus pidana dengan terdakwa Parlin Riduansyah, keputusan hakim menyatakan terdakwa tidak bersalah, yang kemudian jaksa mengajukan kasasi ke MA. Kasasipun selanjutnya dikabulkan oleh MA, yaitu membatalkan keputusan hakim yang menyatakan terdakwa tidak bersalah. Di sinilah letak menariknya, keputusan hakim batal tapi tidak dapat merubah status terdakwa. Saya tidak mengetahui, apakah kewenengan MA dalam kasasi selain membatalkan putusan hakim dapat juga melakukan koreksi atas keputusan hakim. Atau dengan kata lain, apakah sidang kasasi itu juga untuk memutuskan perkara pidana Parlin Riduansyah. Intuisi saya mengatakan, sidang hanya membatalkan keputusan hakim tapi tidak dapat membalik keadaan awal terdakwa, yaitu terdakwa tak bersalah berdasarkan azas praduga tak bersalah, hingga pengadilan yang lain dapat membuktikan sebaliknya. Benarkah itu? bagaimana pendapat anda-anda?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 5 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Beda Banget Nasib Rinni dan Aris …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: