Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Joko Wenampati

Gak penting banget

Batal Demi Hukum Yang Tak Mengubah Putusan?

OPINI | 13 June 2012 | 06:42 Dibaca: 381   Komentar: 10   4

Hari ini adalah sebuah hari yang sangat istimewa bagi kompasiana dan komunitasnya. Bagaimana tidak, seorang Guru Besar Hukum Tata Negara , Prof. Yusril Ihza Mahendra turut serta berkontribusi menuangkan pikiran-pikiran di kompasiana ini. Tulisan perdana beliau menjawab  kritikan seorang warna komunitas kompasiana. Pasti sdr Sutomo Paguci sangat senang mendapat kehormatan setelah tulisannya mendapat tanggapan dari tokoh yang sangat terkenal di akhir era orde baru dan reformasi.

Pada tulisan beliau di sini, kasus kasasi yang dibahas menarik. Biasanya, putusan hakim memvonis hukuman bersalah di ajukan kasasi ke MA. JIka itu kasusnya dan jika kasasi di kabulkan oleh MA, maka keputusan hakim batal. Status terdakwapun kembali kepada default yaitu tak bersalah. Menariknya kasus pidana dengan terdakwa Parlin Riduansyah, keputusan hakim menyatakan terdakwa tidak bersalah, yang kemudian jaksa mengajukan kasasi ke MA. Kasasipun selanjutnya dikabulkan oleh MA, yaitu membatalkan keputusan hakim yang menyatakan terdakwa tidak bersalah. Di sinilah letak menariknya, keputusan hakim batal tapi tidak dapat merubah status terdakwa. Saya tidak mengetahui, apakah kewenengan MA dalam kasasi selain membatalkan putusan hakim dapat juga melakukan koreksi atas keputusan hakim. Atau dengan kata lain, apakah sidang kasasi itu juga untuk memutuskan perkara pidana Parlin Riduansyah. Intuisi saya mengatakan, sidang hanya membatalkan keputusan hakim tapi tidak dapat membalik keadaan awal terdakwa, yaitu terdakwa tak bersalah berdasarkan azas praduga tak bersalah, hingga pengadilan yang lain dapat membuktikan sebaliknya. Benarkah itu? bagaimana pendapat anda-anda?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari Kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 5 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 7 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawu, Episode Mendaki Melarung Rindu …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Kalah atau Menang Itu Wajar, Tapi Kalau …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway …

Info Jkn-bpjs Keseh... | 8 jam lalu

Termostat …

Martua Raja Pane | 8 jam lalu

Maaf, Kemampuan Menerjemah Bahasa Inggris …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: