Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Lanka Asmar

Aktifitas sebagai Hakim dan Dosen. (www.profil-lanka.blogspot.com)

Pengadilan Agama Tidak Sama dengan Kementerian Agama

OPINI | 22 May 2012 | 18:26 Dibaca: 374   Komentar: 0   0

13376681841156709083

Pada tahun 1998 bergulir reformasi, yang mengakibatkan jatuhnya rezim Suharto. Dalam sejarah sistem hukum juga terjadi reformasi, diantaranya lahir Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang one roof system semua peradilan (Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Militer). Puncaknya pada tahun 2004, berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 seluruh peradilan secara administrasi, organisasi dan finansial berada di bawah naungan Mahkamah Agung RI.

Pengadilan Agama dulunya berada di bawah Departemen Agama, namun semenjak tahun 2004 Pengadilan Agama telah beralih ke Mahkamah Agung RI.  Karena secara ketatanegaraan Pengadilan Agama dan Departemen Agama juga berbeda. Pengadilan Agama merupakan bagian dari yudikatif dan Departemen Agama merupakan bagian dari Eksekutif dibawah Presiden. Di Pengadilan Agama juga terdapat struktur organisasi yang terdiri dari ( Ketua Pengadilan, Wakil Ketua Pengadilan, Hakim, Panitera dan Jurusita).

Namun setelah berjalan selama 8 tahun, masih ada anggapan bahwa Pengadilan Agama sama dengan Departemen Agama dan KUA. Padahal fungsi Pengadilan Agama dan Departemen Agama berbeda. Tentunya hal ini perlu diluruskan secara bersama.

Usia Pengadilan Agama pun sudah hampir 130 tahun lihat (http://www.badilag.net/home/315-berita-kegiatan/11089-menengok-persiapan-peringatan-130-tahun-peradilan-agama-225.html). Dibandingkan dengan kelahiran Departemen Agama yang lahir tanggal 3 Januari 1946.  Tentunya secara historis Pengadilan Agama juga lebih tua dari Departemen Agama.

Saat ini peran Pengadilan Agama juga mulai diperhitungkan, sehingga tidak identik dengan Pengadilan cerai, namun kewenangan Pengadilan Agama juga telah bertambah dengan Ekonomi Syariah dan di Aceh berlaku Jinayah (pidana Islam).

Oleh sebab itu, marilah kita meluruskan fakta ini. Agar tidak salah dalam membedakan antara Pengadilan Agama dengan Departemen Agama.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 11 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 12 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 13 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 10 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 10 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 10 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 11 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: