
dosen fakultas hukum universitas 45 mataram
Dibaca: 143
Komentar: 0
Nihil
Hampir setiap hari kita mendengar serta melihat persidangan kasus Nazarudin, namun kasusnya belum tuntas dan berlarut-larut, betapa sulitnya menjatuhkan vonis untuk seorang terdakwa Nazarudin, berbagai media menyoroti kasus tersebut namun tidak ada pengaruh juga terhadap tuntasnya kasus tersebut.
persidangan-demi persidangan di lakukan namun belum ada suatu keputusan akhir dari peradilan untuk dapat memberikan sanksi terhadap putusan yang akan diputuskan yang menjadi vonis buat mafia politik seperti nazarudin alasanya karena pelaku kejahatan tersebut adalah orang yang disayang serta tidak boleh dibiarkan mendekam didalam jeruji pengekangan alias penjara.
persidangan yang mencerminkan sifat simulatif adalah sebuah drama komedi yang dimainkan oleh para penegakan hukum yang tidak bisa memutuskan bahwa Nazarudin bersalah karena mereka takut kariernya akan berhenti dan takut untuk kehilangan job-jobnya.
betapa lucunya suatu persidangan didalam peradilan semu yang tidak ada ujung atau finalnya, sehingga membuat bosan masyarakat dan membuat masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap sistem peradilan di Indonesia, karena kasus-kasus yang sudah jelas sekali perbuatanya merupakan perbuatan pidana yang tidak perlu dibuktikan lagi sengaja untuk dihambat dan diperlambat yang akhirnya berlalu begitu saja karena dialihkan dengan isu yang lain.