
linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.
Dibaca: 434
Komentar: 11
2 dari 3 Kompasianer menilai inspiratif
ibu kelewat galak sih
nyerocos terus kepada saksi
sehingga tak lolos lagi sebagai saksi
lalu terdakwa
lalu masuk penjara
———-
bu hakim kelewat tegas sih
membuat jantung penjahat ketar-ketir
dan kolega bu hakim juga ciut jiper seram sekali
karena dikau tak mempan dikompaki
meski duit selangit dijeburi di dalam laci
————-
bu hakim kini ditendang
jauuuuh… sekali dari Ibukota
agar tak lagi menyentuh kasus besar
yang moncongnya kakap raksasa
berisi emas intan bahkan api neraka
———-
bu hakim membuat kami bangga
karena masih memiliki nurani terjaga
sinar tubuhmu menyala-nyala
karena malaikat tetap melekat di sana
di hatimu
di dalam kepalamu
di balik kacamatamu
dan di seluruh kebahagiaan keluarga besarmu
yang dirahmati Allah…
selamat jalan, bu hakim !