Artikel

Hukum

Linda

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.

Andi Malarangeng, “Saya Tidak Pernah Dilapori!”


OPINI | 21 September 2011 | 18:09 Dibaca: 562   Komentar: 34   3 dari 5 Kompasianer menilai aktual

Tulisan saya kali ini pendek saja. Lihatlah Metro TV sekarang. Seorang menteri berkumis, Andi Malarangeng bolak-balik berkata dalam persidangan di depan hakim , “Saya tidak pernah dilapori”.  Maksudnya, sebagai saksi  berarti ia berkilah bahwa stafnya,  sekretaris Menpora  bisa saja ‘main belakang’ urusan dana, karena ia tidak merasa pernah dilapori. Rasanya lebih dari enam kali dia menjawab dengan kata-kata yang sama.

Secara nalar, adakah seorang menteri tidak dilapori urusan dana gede talangan yang sedang dibutuhkan untuk keperluan yang besar pula? Paling tidak,  sang menteri tidakkah bertanya setitik pun dalam rapat-rapat soal asal muasal dana itu? Sedangkan seorang ibu rumah tangga saja akan punya catatan belanja hariannya, dan tahu muasal dananya dari mana saja. Pembantu rumah tangga membeli ayam, tahu, telur, sayur mayur, bila bukan berasal dari majikannya, tidakkah sang nyonya ingin tahu uangnya dari mana? Plis deh aaah…!

Andi Malarangeng, yang biasanya gagah perkakas, eh perkasa itu di layar kaca, apalagi saat dia masih sehari-hari di Istana bertutur tentang urusan kegiatan Presiden, tampak berwajah tegang.  Beda sekali juga saat dia pernah berkata congkak bahwa pengungsi Gunung Merapi ‘enak’ sekali klenang kleneng makan pagi, klenang kleneng makan siang… dan seterusnya.

Mata saya menatap layar kaca, mulut saya komat-kamit berbicara kepada DIA, “Tuhan… tolong saya, anak saya, keluarga besar saya…, agar rizki kami selalu dimuliakan olehMU. Jangan kami sekalipun menghimpun aib korupsi setitikpun. Menjadi kaya adalah sah-sah saja dan tidak salah, asalkan CARANYA tidak salah. Bantu selalu kami, ya Tuhan… dalam kasihMU dan selamat selalu dari MU……

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: