Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Abdul Adzim

Belajar menulis dan berbagi informasi

HAJI: Naik Haji Dengan Biaya Utangan (Kaji Kredit…)

OPINI | 16 September 2011 | 15:29 Dibaca: 853   Komentar: 2   1

1316143347874723790Suatu ketika saya sedang mengisi ceramah dengan topic haji mabrur. Setelah rampung, datanglah seorang lelaki mendekatiku dengan mengajukan sebuah pertanyaan:’’ Bagaimana hukumya haji dengan biaya utangan…! Lantas aku menjawab singkat:’’haji itu khusus bagi orang-orang yang sudah mapu, sebagaimana keterangan al-Qur’an yang artinya:’’Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Al Aimron (3:97). Sebab, dasar hukum haji itu bukan untuk memaksakan kehendak orang-orang yang tidak mampu. Jadi, wajar jika dana talangan haji itu diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah melunasi biaya hajinya.

Lantas lelaki itu bercerita:’’ begini Mas…!saya itu sebenarnya ingin menunaikan ibadah haji, ahirnya saya mengikuti arisan Haji. Ternyata, orang yang pertama kali mendapatkan arisan haji, tidak mau mengembalikan hingga sekarang. Lumayan besar juga jumlahnya, sekitar 7 juta, uang saya dipinjam untuk menunaikan haji, sampai sekarang (2010). Lantas aku jawab dengan sangat sederhana, sekaligus memberikan motivasi:’’ Pak…!jika demikian, memang teman sampyean yang haji, tetapi yang mendapatkan pahalanya adalah Jenengan..!Karena sesungguhnya, hakekat pernyataan Allah Swt (QS Ali Imran (3:97) haji itu khusus bagi mereka yang telah mampu, bukan memaksakan diri untuk mampu.

Sesungguhnya, Allah Swt tidak pernah berbuat dzholim kepada hamba-hambanya, justru hamba itu yang kadang mendzolimi dirinya sendiri. Apa artinya haji, jika ternyata justru melukai hati orang lain. Ibarat bersuci dengan air kencing, walaupun terlihat bersih, tetapi baunya busuk dan tidak suci. Secara khusus Haji itu hak Allah Swt, sedangkan hutang itu adalah hak sesama manusia. Jadi, orang-orang yang sedang terbelit hutang, tidak boleh menunaikan haji, sampai utang itu dilunasi terlebih dahulu. Kecuali orang yang berhutang di bank, dengan uang jaminan mobil, atau tanah, dan ongkos naik haji cukup untuk pulang dan pergi. Orang ini tergolong mampu, sehingga harus menunaikan ibadah haji. Dengan menunaikan ibadah haji, kadang Allah Swt memberikan kemudahan-kemudahan, dengan catatan haji itu semata-mata karena Allah Swt.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 8 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 9 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 10 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 11 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: