Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Abdul Adzim

Belajar menulis dan berbagi informasi

HAJI: Naik Haji Dengan Biaya Utangan (Kaji Kredit…)

OPINI | 16 September 2011 | 15:29 Dibaca: 892   Komentar: 2   1

1316143347874723790Suatu ketika saya sedang mengisi ceramah dengan topic haji mabrur. Setelah rampung, datanglah seorang lelaki mendekatiku dengan mengajukan sebuah pertanyaan:’’ Bagaimana hukumya haji dengan biaya utangan…! Lantas aku menjawab singkat:’’haji itu khusus bagi orang-orang yang sudah mapu, sebagaimana keterangan al-Qur’an yang artinya:’’Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Al Aimron (3:97). Sebab, dasar hukum haji itu bukan untuk memaksakan kehendak orang-orang yang tidak mampu. Jadi, wajar jika dana talangan haji itu diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah melunasi biaya hajinya.

Lantas lelaki itu bercerita:’’ begini Mas…!saya itu sebenarnya ingin menunaikan ibadah haji, ahirnya saya mengikuti arisan Haji. Ternyata, orang yang pertama kali mendapatkan arisan haji, tidak mau mengembalikan hingga sekarang. Lumayan besar juga jumlahnya, sekitar 7 juta, uang saya dipinjam untuk menunaikan haji, sampai sekarang (2010). Lantas aku jawab dengan sangat sederhana, sekaligus memberikan motivasi:’’ Pak…!jika demikian, memang teman sampyean yang haji, tetapi yang mendapatkan pahalanya adalah Jenengan..!Karena sesungguhnya, hakekat pernyataan Allah Swt (QS Ali Imran (3:97) haji itu khusus bagi mereka yang telah mampu, bukan memaksakan diri untuk mampu.

Sesungguhnya, Allah Swt tidak pernah berbuat dzholim kepada hamba-hambanya, justru hamba itu yang kadang mendzolimi dirinya sendiri. Apa artinya haji, jika ternyata justru melukai hati orang lain. Ibarat bersuci dengan air kencing, walaupun terlihat bersih, tetapi baunya busuk dan tidak suci. Secara khusus Haji itu hak Allah Swt, sedangkan hutang itu adalah hak sesama manusia. Jadi, orang-orang yang sedang terbelit hutang, tidak boleh menunaikan haji, sampai utang itu dilunasi terlebih dahulu. Kecuali orang yang berhutang di bank, dengan uang jaminan mobil, atau tanah, dan ongkos naik haji cukup untuk pulang dan pergi. Orang ini tergolong mampu, sehingga harus menunaikan ibadah haji. Dengan menunaikan ibadah haji, kadang Allah Swt memberikan kemudahan-kemudahan, dengan catatan haji itu semata-mata karena Allah Swt.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 11 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 11 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

That is How You Kill Me …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Tiga Hal yang Ingin Saya Lakukan di …

Hendra Wardhana | 9 jam lalu

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 10 jam lalu

[Cerminsiana] Candra Buana …

Fadli Hermawan | 11 jam lalu

SBY (Mungkin) Adalah Tipe Orang yang …

De Baron Martha | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: