Artikel

Hukum

Linda

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan bekerja keras. Hasilnya? Saya tidak tahu karena yang menilai tentu orang lain. Di KOMPASIANA ini saya sangat menghormati nama pemberian orang tua saya sehingga tidak perlu saya ganti dan palsukan, apalagi memalsukan wajah pada identitas diri. Blog pribadi saya, www.lindadjalil.com --- bila iseng, silakan mampir.

Beranikah Angelina Sondakh Mengulang Kembali Sumpah Pocongnya??


HL | 11 August 2011 | 03:11 Dibaca: 3033   Komentar: 119   4 dari 7 Kompasianer menilai aktual

1313030118744487965

Angelina Sondakh/Admin (KOMPAS.com/angelinasondakh.blog.com)

Istilah apel Malang dan apel Washington diungkap Rosa di pengadilan. Pembicaraannya dengan anggota dewan terhormat Angelina Sondakh ujung-ujungnya soal uang. Ada pernyataan Angelina Sondakh pula tentang pak ketua besar yang dilontarkan serampangan.Di situ tersebut jatah pak ketua ditagih oleh perempuan yang mendadak top banget setelah suaminya, Adjie Masaid meninggal.

Hanya satu pertanyaan saya, beranikah Angelina Sondakh  kini mengulang sumpah pocongnya, dan bersumpah demi anaknya seperti yang dia katakan kepada  wartawan TEMPO yang mewawancarainya beberapa waktu lalu? Beranikah ia menyangkal ( lagi-lagi dengan melakukan sungguh-sungguh  sumpah pocong) bahwa sama sekali  betul-betul tidak ada pembicaraan soal tagih menagih sogok menyogok dengan perumpamaan apel Malang apel Washington?

Menurut saya sudah waktunya Angelina Sondakh memikirkan ’strategi’ selanjutnya. Mungkin ia lupa, selama ini  dengan nada menantang tiap saat dikejar wartawan  adalah, ia berkata soal sang buron yang harus kembali pulang ke tanah air membuktikan ocehannya. Kini Nazaruddin kembali. Dan siap-siap kita mendengarkan  celoteh ngeri ataupun ngawurnya selanjutnya. Rasanya tiada guna Angelina Sondakh muncul berkali-kali di media hiburan infotainmen, acara Tukul, tabloid, untuk sekedar meninggikan citra dengan cara  memamerkan nyanyian yang terbaru dengan adik ipar, bercerita suasana bulan puasa tanpa sang suami, soal keguguran, soal menyiapkan kamar bayi, soal orang yang difitnah menjadi pahala bla-bla-bla.  Persoalan yang lebih penting sudah ”maha penting”  lho di depan mata. Buktikan kepada dunia bahwa kamu bukan pemakan duit rakyat, Angie !

Tentu saya amat sangat berharap tuduhan yang tertuju kepada dirinya tidak benar sama sekali. Namun, apabila ternyata terbukti  Angelina Sondakh memang terlibat dan gelindingan buah apel hasil korupsian melilit pada dirinya, saya dan tentunya rakyat Indonesia justru berharap perkara ini diusut sampai  ke meja hijau dan dituntaskan seadil-adilnya.  Ingat, yang telah tergerus adalah uang kita, semua rakyat. Uang anak petani miskin, jatah si jelata yang tak berpunya, hak anak yatim yang hidup sengsara,  uang hasil peluh cucuran keringat tukang ojek di ujung gang, uang rakyat melata yang tak sanggup menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan uang para pekerja apapun, uang kita semua, yang sebagian hasil nyatanya terpotong untuk pajak,  yang dipakai untuk membayar gaji orang-orang yang telah dipercaya rakyat untuk  diharapkan dapat mengurus negeri ini secara baik.

Betul-betul sekali lagi saya berharap segala tuduhan kepada Angelina Sondakh itu hanya omong kosong belaka.  Namun yang masih saja berputar-putar di kepala adalah, (lagi- lagi apabila benar), sampai hatikah dia menjejali makanan minuman bagi tubuh Keanu, pemuda ciliknya yang masih murni tanpa dosa itu, dengan rizki mudharat hasil menghisap duit rakyat? Jawaban itu hanya diketahui olehnya, dan…. Tuhan !

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: