Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Kenzie

mencari penyegaran dalam segelas kopi

Merenung mencari arti “Keadilan”

OPINI | 03 April 2011 | 04:32 Dibaca: 1081   Komentar: 9   1

Saya bingung dan tidak megerti bagaimana memahami arti dari keadilan.  Apakah keadilan itu sama dengan apa yang selama ini diterapkan dalam dunia Peradilan kita? Apakah memang itu sudah menggambarkan rasa keadlian yang ada selama ini yang saya cari?

Bingung dan akhirnya saya merenung sendiri untuk memahami apakah itu keadilan. Dalam merenung saya mencoba mengambil suatu kesimpulan bahwa keadilan itu saya pahami pada diri sendiri. Kemudian saya bertanya kepada diri sendiri apakah saya sudah merasa adanya suatu keadilan pada diri sendiri? Namun saya juga berpikir kembali apakah kalau saya sudah merasa apa yang saya rasa itu suatu keadilan, bagi orang lain juga akan berpandangan yang sama tentang keadilan sesuai dengan apa yang saya pikirkan.

Kemudian saya bertanya kepada teman-teman tentang keadilan yang saya pahami menurut diri saya. Jawaban dari teman-teman yang saya tanya memberikan pandangan yang berbeda tentang keadilan dari sudut pandang mereka masing-masing.

Dengan demikian menjadi tambah membingungkan buat saya untuk dapat memahami suatu konsep tentang keadilan. Sehingga saya mengatakan Keadilan itu suatu yang relatif. Apakah benar Keadilan itu suatu yang relatif? Apakah Keadilan itu relatif dikarenakan masing-masing orang mempunyai pandangan dan pemahaman keadilan sendiri.

Plato, Aristoteles, Immanuel Kant, Hans Kelsen, Gustav Radbruch, John Locke, John Rawls, Notohamidjojo, dll memberikan suatu pengertian dan pemahaman tentang keadilan yang berbeda-beda. Dengan demikian semakin memberikan kebingungan kepada saya memahami apa itu keadilan.

Apakah benar “Keadilan” adalah sesuatu yang subjektif dan juga relatif tergantung dari sudut pandang kita masing-masing dalam menafsirkan arti dari Keadilan? Apakah keadilan adalah sesuatu yang Abstrak??

Bingung, itu yang terjadi pada saya dalam mencari makna Keadilan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 16 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 16 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Menulis bagi Guru, Itu Keniscayaan …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 9 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: