
katakan tanpa gugup . guguplah saat membukanya saja
Dibaca: 142
Komentar: 4
1 dari 2 Kompasianer menilai menarik
Gresik kejadian tidak wajar di utarakan banyak masyarakat gresik utara terutama pengendara motor , di tengah lesunya perekonomian gresik utara ,ada penegakan hukum lalu lintas yang di anggap masyarakat gresik wilayah utara tidak wajar karena belum ada sosialisasi tentang penengakan hukum jalan raya yanh dilakukan jalan pantura gresik yang dilakukan oknum Polisi Jalan Raya di Jalur Pantura gresik.
Di sini masyarakat gresik bagian utara meminta ketegasan dari petinggi Polri dan Pimpinan PJR Polda Jatim untuk mensosialisasikan UU Jalan Raya.karena hal ini adanya anggapan bahwa ada pungutan liar di jalan raya pantura gresik yang di lakukan oknum PJR.
Keresahan itu telah menghinggapi sebagai besar masyarakat gresik wilayah utara yang mengunakan sepeda motor. Petugas PJR lapangan ini kerap menekan para pengemudi sepeda motor jika keinginannya tidak dipenuhi. Bahkan tak segan-segan menilang jika “uang damai” yang agak tinggi bagi pengendara motor tidak diberikan.
Hal yang sangat tidak mengesankan pengedara motor yang di utarakan kepada penulis ,pengandara motor yang tinggal di daerah gresik utara di mintai uang 50.000 karena kurangnya kelengkapan kedaraan bermotor. padahal sebaiknya pengendara di tilang dan di sidang di muka hakim agar di tunjukkan kesalahan dalam UU Jalan Raya.
Kenyataan yang sangat membuat saya tertawa ketika keresahan masyarakat saat pulang sholat jum’at di wilayah bungah-gresik banyak yang terkena tilang,hal ini di utarakan salah seorang teman. apakah petugas tidak tahu tentang pentingnya sholat jum’at wajib bagi orang laki-laki muslim.
saya dan masyarakat yang meminta menulis hal ini berharap ada tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk menindak para petugas yang di anggap masyarakat nakal tersebut. Karena selama ini keberadaan PJR di Jalur Pantura gresik sudah sangat meresahkan pengedaran motor.(yaslim/CKL)