Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Syam Jr

Kakek dari sepuluh cucu. Berharap ikut serta membangun kembali rasa percaya diri masyarakat, membangun kembali selengkapnya

Apa Bedanya Rutan dengan Penjara?

OPINI | 16 November 2010 | 07:21 Dibaca: 1106   Komentar: 8   0

Ada yang tidak saya pahami seputar upaya penegakan hukum. Tidak paham karena saya bukanlah dari kalangan hukum, dengan demikian pengetahuan hukum saya cuma dengar sana dengar sini dan tentu sangatlah terbatas. Tapi terkadang sok tahu. Secara umum, seperti juga mungkin sering kita mendengar ungkapan bahwa hukum menganut azas yang universal yaitu azas praduga tak bersalah.

Dalam konteks penegakkan hukum menurut pemahaman saya, sebelum seseorang diadili melalui sidang pengadilan dan belum dijatuhi vonis bersalah, berarti statusnya belum tentu salah dan belum tentu benar. Pada poin ini maka status seseorang ditentukan oleh institusi pengadilan. Bukan oleh lembaga atau perorangan lainya, misalanya; polisi, jaksa, hakim, kpk, lurah, camat, ulama, pendeta, wartawan, presiden, psk, mahasiswa dan lainnya.

Bahkan saya tidak boleh main hakim hakiman meski melalui pembentukan pendapat umum sekalipun. Seperti itulah pemahaman sederhana saya dalam konteks penegakkan hukum. Konon hukum itu mengandung banyak aspeknya, yang jika dipelajari memerlukan waktu dan kecerdasan tertentu sehingga seseorang yang belajar ilmu hukum secara akademik diberikan strata tertentu dengan symbol gelar akademik seperti Sarjana Hukum, Magister, Phd atau Doktor. Secara professional mungkin berada bidang kerja kejaksaan, kehakiman, pengacara, polisi, sipir, guru dan mahaguru dan apalah lagi yang lainnya.

Pada kesempatan ini saya hanya ingin bertanya sedikit. Dalam perspektif hukum, apakah ada perbedaan antara Rumah Tahanan atau sering ditulis Rutan dengan Penjara atau Lembaga Pemasyarakatan. Pertanyaan ini sekadar menambah wawasan saja bagi saya sebagai warga negera dalam konteks kesadaran hukum dan upaya penegakkan hukum. Sambil berharap ada yang mau memberikan pencerahan, mau berbagi pengetahuan melalui forum ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 9 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 9 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bawang putih, Penangkal Setan dan Halusinasi …

Mawalu | 7 jam lalu

Mengkritisi Struktur Kabinet Jokowi-JK …

Rusdianto Sudirman | 7 jam lalu

Bahagiaku …

Zahrah Al Syitaa | 8 jam lalu

Mendukung Pilkada Langsung untuk Pembangunan …

Muhammad Rezanda Al... | 8 jam lalu

Amnesti Bersyarat, Pemerintah Akan Lebih …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: