Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Ferly Norman

Pemerhati Sosial dan Politik Amatiran....

ICW: Demokrat “Rumah Aman” Koruptor, Mengikuti Anas Urbaningrum?

OPINI | 26 October 2010 | 10:58 Dibaca: 325   Komentar: 0   2

Pos Kota

Dok: Pos Kota

ICW merilis laporan resminya hari Minggu yll, bahwa ada 6 Kepala Daerah yang terjerat kasus korupsi ternyata merasa “aman” setelah loncat menjadi kader Partai Demokrat, sebab hukum seakan-akan lunglai menyentuh mereka (MI,25/10).

Modusnya dengan pindah dari partai yang ada ke partai pemenang pemilu (Demokrat). “Ada beberapa di antaranya pindah ketika terkait kasus”, ujar Tama.S.Langkun, peneliti ICW dalam konfrensi persnya.

ICW menangkap kesan bahwa Demokrat memberi “perlakuan yang istimewa” bagi Kepala Daerah yang bermasalah ini. Dari penundaan terbitnya izin pemeriksaan, penangguhan eksekusi penahanan sampai dicalonkan lagi dalam Pilkada oleh Demokrat.

Adapun tiga contoh dari ke enam Kepala Daerah itu sbb:

  1. Agusrin Najamudin (Gubernur Bengkulu), telah menjadi tersangka sejak 2009 tetapi kembali menang dalam Pilkada Gubernur Bengkulu dengan diusung oleh Demokrat (asal partai dari PKS/PBR).
  2. Sukawi Sutarip (Walikota Semarang), tersangka dan menunggu izin pemeriksaan dari Presiden (asal partai dari PDIP).
  3. Ismunarso (Bupati Situbondo), vonis sembilan tahun penjara dan belum dieksekusi sampai hari ini (asal partai PPP).

Dalam ulasannya Media Indonesia memakai kata “mengejutkan” terhadap hasil penelitian ICW tsb. Tetapi bagi penulis merupakan sesuatu yang sudah diprediksi sebelumnya.

Republika

Dok: Republika

Dalam tullisan penulis 15 April 2010: Anas Bos Demokrat, Koruptor Bahagia, mengulas sepak terjang “hitam” Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat masih menjadi anggota KPU Pemilu 2004 lalu. Tulisan itu turun saat Anas akan mengadakan Deklarasi pencalonannya sbb Calon Ketum Demokrat, berikut kutipannya sbb:

Tapi ingatkah anda kejadian 5 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 8 Juni 2005, ia didampingi oleh Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti dan Anggota KPU lainnya Valina.S.Subekti, mengadakan jumpa pers pengunduran dirinya sebagai anggota KPU.

Disebabkan hengkangnya ia ke Partai Demokrat sebagai Ketua Bidang Politik. Padahal KPU Pusat saat itu ditengah sorotan publik akibat gratifikasi dan tertangkap basahnya Mulyana. W. Kusumah oleh KPK ketika akan menyuap auditor BPK Khairiansyah Salman. Sungguh tindakan “penyelematan diri” yang gemilang dan timing yang tepat saat itu.

Terbukti pamor Anis makin mencorang setelah itu, sedangkan kemudian beberapa Anggota KPU masuk bui dan yang lainnya pamornya telah tenggelam di hiruk pikuk dunia politik Indonesia. Jadi jangan heran, Bung Anas membayar penyelamatan tersebut dengan retorika yang apik (kadang-kadang tidak nyambung) dan membela habis-habisan kebijakan pemerintah ketika PD dirundung malang akibat gempuran kaus pat-gulipat Bank Century.

Tanggapan dari kompasiners macam-macam dan terjadi pro-kontra atas tulisan tsb. Sekarang apa yang dilakukan oleh ke-6 kepala daerah itu hanya “ulangan” dari kisah dramatis Anas saat meninggalkan rekan-rekan KPU nya yang sedang dirundung malang.

Mungkin juga para pejabat itu berfikiran bahwa Anas dijadikan sebagai role model atas kasus yang menimpa mereka. Anas saja “berhasil” mengapa saya tidak??

Yang hebatnya, “fenomena anas” ini tidak hanya menimpa Kepala Daerah yang tertimpa masalah hukum. Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Gubernur Jatim Soekarwo sudah “pasang kuda-kuda” pindah ke demokrat tahun ini. Entah apa yang dibenak mereka, ingin terpilih kembali lewat Demokrat atau menginginkan “soft landing” jika tidak menjabat lagi….?

Lanjutkan………

Tags: icw anas demokrat

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: