Artikel

Hukum

Sapri Pamulu

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Ngeblog untuk belajar menulis dan berbagi. Peneliti paradigma strategi tentang kapabilitas dinamis yang menentukan keunggulan bersaing dan kinerja organisasi di Indonesia.

Polri Terpeleset Lagi di Kasus Gayus, Kegendutan atau Kegenitan?


HL | 21 July 2010 | 14:17 Dibaca: 524   Komentar: 23   1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual

KOMPAS 14/06/2010) POLRI tampaknya memang bernasib untuk menjadi fokus perhatian publik menyusul kisah rekening Gendut oleh TEMPO, ini terbukti lagi ketika pihak POLRI mengumumkan pembubaran tim independen untuk kasus Gayus (mafia pajak) sambil melegitimasi pembubaran itu dengan menyebut kehadiran pejabat penting terkait seperti Menko Polhukam dan Satgas Mafia Hukum. Celakanya kedua pejebat itu latas membantah keehadiran mereka dalam pertemuan yang konon disebut polisi itu dengan agenda pembubaran tim independen.

Sebagaimana diberitakan “Polri Bubarkan Tim Independen” (Kompas.com 21/07/2010) POLRI telah membubarkan tim independen tim yang khusus dibentuk dalam penanganan mafia hukum. Tim ini malah sudah melaporkan hasil kerja ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan Menko Polhukam Djoko Suyanto, di Mabes Polri, Selasa kemarin. Perihal pembubaran itu disampaikan Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto kepada wartawan melalui telepon sambil menyebut kehadiran Djoko Suyanto (Menkopolhukam) dan Denny Indrayana (sekretaris Satgas). Menurut Marwoto, pembubaran itu dilakukan setelah penyelidikan dan penyidikan kasus Gayus dinilai rampung, dan urusan selanjutnya diserahkan kepada Bareskrim Polri. Jadi “Semua sudah selesai,” kata Marwoto.

Membantah keterangan POLRI, Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan dirinya pada Selasa (20/7) justru berada di Hanoi, Vietnam. Senada dengan Djoko, Denny Indrayana juga menyayangkan rilis POLRI via Marwoto tersebut dan malah menilai penyelesaian kasus Gayus ini justru masih menggantung sehingga tim independen belum waktunya dibubarkan. Menurut Denny, “Satgas tidak mengetahui, menghadiri pertemuan, apalagi setuju dengan pembubaran Tim Independen. Informasi yang disampaikan Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Suto tentang pertemuan dengan satgas serta persetujuan pembubaran Tim Independen adalah tidak benar”.

Ada apa dengan POLRI ya? Kok masih selalu terpeleset, apa “kegendutan” dengan kasus yang menimpa POLRI sehingga sulit melangkah ke depan akibat beban sorotan masyarakat? Semoga hanya kegendutan, bukan karena kegenitan

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: