Back to Kompasiana
Artikel

Hukum

Bima Arioseno

lahir 24 oktober 1988, di kota Bogor, Memberikan hawa Surga bagi seluruh makhluk di alam selengkapnya

Pancasila Sumber dari Segala Sumber Hukum Indonesia

OPINI | 01 June 2010 | 15:26    Dibaca: 18687   Komentar: 0   0

Undang-Undang No 10 Tahun 2004 telah di Ganti UU terbaru Undang-Undang No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan pasal 2 menegaskan ” Pancasila merupakan Sumber dari segala Sumber Hukum Indonesia”

mungkin Ada yang sudah mengetahui, dan juga belum mengetahui..

HUKUM PIDANA Dan HUKUM PERDATA yang di miliki Indonesia bersumber dari RBG (Reglement Buitengewestendan) HIR (Herziene Indonesische Reglement) yang asalnya dari BELANDA, bekas negara yang menjajah Bangsa Indonesia yang sampai sekarang masih dipakai…

tidak hanya Hukum Peninggalan Belanda namun Hukum adat, Kebudayaan dan kebiasaan daerah setempat menjadi sumber penting yang tidak dapat dipisahkan dengan Hukum di Indonesia.

selain itu perbandingan putusan hukum yang telah terjadi atau Yurisprudensi juga merupakan sumber hukum yang sering dipakai dalam pembelaan suatu perkara.

sumber-sumber hukum tersebut diolah menjadi Undang-undang yang dapat diterima oleh masyarakat.

dalam prakteknya yang membuat Hukum (Undang-Undang) adalah DPR, anda pasti tahu latar belakang Anggota DPR yang mencampurkan kepentingan Politik dalam pembentukan undang-undang, ditambah sebagian anggota yang tidak mengerti hukum, dan bukan sarjana Hukum, walaupun Komisi III DPR memiliki latar belakang hukum untuk membidangi hukum dan undang-undang, namun persetujuan hasil rancangan disetujui oleh Komisi-komisi yang lain dengan kepentingannya masing-masing…

lalu Orang-orang sarjana Hukum yang punya kualitas dan profesional dalam masalah hukum, hanya menjalankan Aturan/undang-undang yang di buat oleh DPR.

Ironi memang.., tapi Itulah fakta kesalahan yang membuat hukum Di Indonesia Bobrok..

maka wajar jika sampai saat ini hukum masih ada pro dan kontra…

Suekarno Membuat Pancasila yang hanya berisi 5 Butir Pancasila tidak dibuat asal-asalan, ada Nilai-nilai Norma yang terkandung di dalamnya…

Pancasila Merupakan Ideologi Bangsa Indonesia dan salah satu syarat Adanya sebuah negara, jadi jika ada orang berfikir untuk merubah Pancasila, dan Pancasila di rubah maka sudah bukan lagi Indonesia, yang harus di Rubah bukanlah Pancasilanya, tapi pola berfikir masyarakat Indonesia yang sudah terbawa Pola Berfikir Eropa, Sifat dasar Yang di Miliki Indonesia sebagai Harta karun yang Paling berharga adalah Sifat Gotong Royong dan Musyawarah mufakat telah hilang menjadi Voting, Musyawarah mufakat adalah SUARA BULAT tidak ada Pro dan kontra, semuanya menerima hasil.., sedangkan voting yang otomatis melahirkan pilihan dan menghasilkan Pro dan kontra…,

dengan ini, kita bisa belajar dan semoga Menjadi referensi Untuk Perubahan Indonesia JAYA…

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan Beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Saya Bima Arioseno SH.,  Menulis Untuk PERUBAHAN yang BAIK :-)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mendadak Bangka …

Sam Leinad | | 24 May 2015 | 19:38

Pedenya NET TV …

Iwan Permadi | | 24 May 2015 | 16:52

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Mau Jadi Kaya? Pikirkan Telebih Dulu secara …

Tjiptadinata Effend... | | 24 May 2015 | 20:04

KAA ke-60, Bandung Mendadak Bahagia …

Kompasiana | | 24 May 2015 | 18:15


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 10 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 17 jam lalu

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: